Aku Dan Sumurku

Namanya Risah, lahir dan besar di Montong Miane Desa Batujai. Usianya sekitar 40 tahun, karena ia tak tahu kapan tanggal dan tahun lahirnya. Ia tidak pernah merasakan bangku sekolah. Perempuan yang biasa dipanggil inaq Dedeq ini adalah seorang janda beranak 3. Suaminya meninggal 15 tahun yang lalu, saat anaknya masih kecil kecil. Anak sulungnya waktu itu baru kelas satu SD dan 2 orangnya masih balita. Ia membesarkan anak anaknya sendiri dan menafkahinya dari hasil menenun dan menjadi buruh tani. Kini anak sulungnya telah bekerja dan anak keduanya baru menamatkan bangku SMA sedangkan sibungsu masih kelas 2 SMA.

Ia bergabung menjadi anggota kelompok sejak tahun 2016, rumahnya bersebelahan dengan learning centre. Setiap hari inaq dedeq menenun di learning centre, sebelumnya ia menenun di teras rumahnya yang berlantai tanah. Sejak bergabung di kelompok “Tenar” dengan simpan pinjam di kelompok, ia merasa sangat terbantu. Ketika butuh uang untuk uang saku sekolah anaknya ia bisa meminjam dikelompok tanpa butuh proses lama dan baru baru ini dengan meminjam uang di kelompok ia dan saudara perempuannya yang juga anggota kelompok mengajukan pinjaman untuk membuat sumur. Karena selama ini untuk mandi, memasak dan lainnya ia meminta air dari sumur tetangga,

Ini adalah hal yang paling saya syukuri, saya tidak perlu repot mengangkut air lagi ujarnya ketika sumurnya telah jadi.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *