Menenun Jika Ada Pesanan

Taruni kelahiran tahun 1979 di desa pelambik mulai menekuni dunia tenun sejak masih duduk di bangku sekolah MTs kelas 1, taruni hanya menenun jika ada pesenan saja karena dia sudah agak kapok kalau menenun yang di jual ke pengepul karena harga yang di berikan sangat murah sehingga dia lebih senang jika menjual hasil tenunnya ke orang yang mememesan saja. Taruni memiliki seorang anak dan suaminya bekerja di luar negeri sebagai buruh migran. Taruni mengikuti kelompok tenun sejak tahun 2010 sebagai anggota kelompok dengan jumlah anggotanya 10 orang.

Namun dengan berjalannya waktu ketua kelompok yang sebelumnya sudah berhenti dan sudah 3 tahun ini Taruni menjadi ketua kelompok karang ampan. Sejak tahun 2017 ini kelompok tenun karang ampan anggotanya bertambah menjadi 31 orang dan kelompok ini sekarang cukup maju dan sering melakukan pencelupan dengan menggunakan pewarnaan alam.

Taruni sekarang sudah tidak lagi bergantung pada pengepul untuk mejual tenunnya, sekarang hasil tenun lebih banyak di jual di kelompok saja karena jenis tenun yang di buat sekarang ini hanya tenun alam, tenun sintetis hanya di buat jika ada pesenan saja. kelompok tenun yang di pimpinnya sekarang ini sudah maju dan sering sekali melakukan pencelupan mandiri untuk menguatkan ingatan dan kemampuan pencelupan anggota kelompoknya. Harapannya untuk kedepan semoga pemasaran untuk tenun alam ini kedepannya semakin lancar dan banyak yang meminati tenun alam.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *