Pengalaman Pertama Keluar Daerah

Atin sapaan sehari – harinya lahir di pelambik pada 10 september 1988, dia memulai menenun sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama ( SMP ). Dan menikah pada tahun 2010 serta memiliki seorang putri, sehari – harinya dia hanya menenun di rumah dan suaminya menjadi Buruh Migran ke Malaysia. Selama di tinggal suaminya Atin menekuni tenun ini untuk mencarikan belanja sehari – hari sebelum di kirimkan uang oleh suaminya, namun hasil/upah yang di peroleh tidaklah setimpal dengan lamanya pengerjaan menenun karena dari pihak pengepul juga tidak mau rugi apalagi kalau hasil tenun yang di hasilkan tidak sempurna ( ada cacatnya ) upah yang di peroleh akan semakin sedikit sekali. Kemudian di awal tahun 2017 ini dia ikut bergabung dengan kelompok tenun alam yang ada di desanya dan banyak mendapatkan pengalaman baru dalam dunia tenun terutama dari tenun alam.

Atin yang nama aslinya Yuliatin yang hanya lulusan SMP tersebut dulunya tidak pernah keluar dari desanya namun sejak bergabung dengan kelompok tenun alam ini banyak sekali perubahan yang dia alami sekarang sering sekali mengikuti pelatihan baik dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten bahkan sampai tingkat provinsi, beberapa bulan yang lalu bahkan sampai sempat mengikuti pameran tenun yang di adakan di Denpasar

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *